Kilasan calon ketua PBNU

Penjaringan nama dan  pembahasan dalam musyawarah mufakat pada Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sebagai penentu utama pemilihan ketua umum PBNU. Dari hasil kesepakatan forum, terdapat lima orang nama yang dihasilkan sebagai calon. 
Berikut lima nama usulan final yang diajukan oleh pimpinan sidang Muktamar ke-35 NU: 

KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. 
KH. Zulfa Mustofa. 
KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam. 
KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. 
KH. Abdul Ghofar Rozin atau Gus Rozin.

Dari hasil pantauhan tribun, suara perolehan adalah sebagaimana hasil tabulasi lengkap berikut:

KH Abdul Hakim Mahfudz: 472 suara
KH Zulfa Musthofa: 262 suara
KH Abdussalam Sochib: 261 suara
KH Yahya Cholil Staquf: 258 suara
KH Nusron Wahid: 207 suara
KH M Yusuf Chudlori: 176 suara
KH Saifullah Yusuf: 174 suara
KH Abdul Ghofar Rozin: 155 suara
KH Gudfan Arif: 108 suara
KH Kamarudin Amin: 104 suara
Prof M Nuh: 94 suara
KH Imam Jazuli: 22 suara
KH Marsudi Suhud: 15 suara
KH Muhaimin Iskandar: 15 suara
KH Abdul Mun'im DZ: 12 suara
KH Syaiful Maksum: 7 suara
Prof Dr Asrorun Niam Sholeh: 6 suara
KH Masmuni: 5 suara
KH Nasarudin Umar: 5 suara

Gus Kikin tercacat mengumpulkan 472 suara dalam forum Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) dini hari. 

Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memperoleh suara terbanyak dalam usulan calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang ini, berujar “Kita merasa bersyukur ya ada kebersamaan dengan semua peserta. Dan ya itu merupakan satu kegembiraan, kebanggaan kita itu bisa bersama-sama dengan yang lain. Nah, ini kebersamaan NU ke depan itu. Terus kita bangun semuanya,”

Profil Gus Kikin
Gus Kikin bukanlah sosok baru di lingkungan Nahdlatul Ulama. Secara nasab, ia memiliki garis keturunan yang kuat dengan pendiri NU.

Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.

Dari jalur ibu, ia merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy'ari. Sementara dari jalur ayah, nasabnya tersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang.

Kedekatan nasab tersebut membuatnya memiliki akar kultural yang kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Gus Kikin resmi menjabat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, menggantikan almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Sebelum wafat, Gus Sholah telah mempersiapkan Gus Kikin sejak 2016 melalui musyawarah keluarga besar keturunan Tebuireng. Di bawah kepemimpinannya, Pesantren Tebuireng terus berkembang.

Saat ini, Tebuireng tercatat memiliki 15 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Riau, Jakarta, hingga Maluku dan Kalimantan Timur.

Berikut adalah cerita akan proses pencalonan yang Tidak Memenuhi Syarat:

KH Nusron Wahid dinyatakan tidak memenuhi syarat karena masih menduduki jabatan politis yakni menjabat sebagai Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN.

Karena nama Nusron Wahid tidak memenuhi syarat, maka nama yang diusulkan hanya tinggal empat. Maka nama yang diusulkan selanjutnya adalah KH. Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf (pemegang suara terbanyak nomor 6). 

Namun Gus Yusuf tidak memenuhi syarat karena terganjal aturan Massa Iddah Jabatan Politik. 
 
Karena Gus Yusuf gugur, kemudian nama selanjutnya yang diusulkan adalah KH. Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (pemegang suara terbanyak nomor tujuh). Namun Gus Ipul tidak memenuhi syarat karena sedang menduduki jabatan politik. 

Satu nama yang kemudian masuk ke dalam lima nama yang akan diusulkan adalah, KH. Abdul Ghofar Rozin (pemegang suara terbanyak ke delapan) 

Gus Rozin dinyatakan memenuhi syarat dan menyatakan kesediaannya. Gus Rozin jadi nama terakhir yang diusulkan ke jajaran AHWA.





Komentar