Peran Guru dalam Merdeka Belajar di Sekolah

Lomba Guru

logo-small2

Peran Guru dalam Merdeka Belajar di Sekolah

 

Guru ibaratnya dalam bahasa Jawa  'digugu dan ditiru". Apa yang dikatakan oleh guru dilakukan oleh murid dan apa yang dilakukan guru menjadi teladan untuk muridnya.

Supaya bisa ditiru tentu harus sikap dan skillnya mumpuni. Anak akan menirukan hal-hal yang dianggap lebih hebat dari dirinya. Maka harus seorang guru menjadi hebat dalam pandangan murid.

Setelah bisa membentuk mental kreatif. Maka seorang guru melanjutkan langkahnya pada pembentukan mental sinergi. Mental sinergi ini penting karena di zaman ini sangat terbatas waktu. Sehari serasa satu jam.

 

Tidak lepas dari tugas dan kewajiban tiap Guru mempunyai peran yang tidak dapat digantikan oleh apapun juga di dunia ini.

Misalnya:

Menjadi Fasilitator bagi murid kita.

Murid akan jadi kunci pembelajaran. Murid pula yang diajak melakukan. Sekecil apapun yang dilakukan murid akan menjadi modal masa akan datang. Sekecil apapun keaktifan murid harus dihargai. Ingat banyak yang dilakukan guru, tapi tidak sadar itu menjadi bumerang bagi murid.

Lakukan semuanya denan hati nurani, pasti akan menemukan jalannya. Hati yang bersih akan memancarkan ilmu-ilmu baru. Ilmu itulah yang membimbing kita pajalan muid kita. Bukan sebaliknya. Murid juga begitu harus dengan hati sungguh-sungguh siap menerima petunjuk guru. Jika hal itu tidak dilakukan murid maka mustahil akan sambung dengan arahan guru.

Semua yang lakukan murid akan menjadi pengalaman berharganya.

 

Menjadi Motivator bagi murid.

Kadang kita lihat murid yang asalnya semangat mejadi tidak reflek pada mata pelajaran. Mulailah kita memberikan umpan. Kesengan, hobi bisa jadi umpan yang baik.

Bisalah kita lakukan ice breking. Bapak ibu juga bisa lakukan kegiatan lain, misalnya bertepuk atau lainnya. Jika keadaan sudah cair maka masukkan kata-kata yang bisa merasuk hati. Bila ini terjadi maka bangkitlah murid kita dari sekedar belajar. Murid akan menjadi mau belajar tampa harus ada guru. Ini biasanya terjadi pada murid yang punya jiwa kerja keras.

Inti dari motivasi kita adalah menjadi murid kuat dalam menghadapi masalah.

 

Menjadi Inspirator bagi murid

Guru tidak cukup hanya sekedar jadi panutan yang dapat diteladani segala tindak tanduknya. Guru harus tergerak untuk  berkarya, yang menjadi semangat bagi murid-muridnya.

Kita sebagai guru harus menjadi pahlawan dari mereka. Bisanya jadi pahlawan kalau ilmu kita lebih dari anak. Bisanya kita lebih kalau kita tetap belajar. Maka kita sebagai guru harus mengikuti perkembangan yang diadakan oleh kementrian pendidikan dan kebuyaan pada akun pelajar. Sudahkah bapak ibu punya? Kalau sudah punya, Alhamdulillah. Sekecil apapun coba lakukan.

 

Menjadi Mentor bagi murid

Sebagai mentor, Guru bagaikan teman. Guru memberikan arahan dan bimbingan kepada murid. Bukannya bersikap otoriter dan selalu mendikte murid.

Bukan pula sikap lemah sehingga guru menjadi diremehkan dan dihinakan. Bukankah kita wajib menjaga kehotmatan.

 

Menjadi pengembang nilai karakter & kerja tim

Kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang harus dikuasai murid. Kolaborasi murid menjadi penunjang 80% akan keberhasilannya. Guru harus melatih pada hal ini.

Hal ini perlu diprhatikan husus dari para guru. Mengapa ini zaman anak bukan zaman bapak ibu.

 

Melatih Empati Sosial

Guru  merupakan entitas sosial harus bisa menunjukan rasa empati pada tiap-tiap murid. Jelas ini tidak akan dapat dilakukan oleh mesin atau robot. Empati guru juga merupakan bentuk penghargaan terhadap sisi kemanusiaan tiap muridnya.

Demikian semoga bermanfaat dan bisa menjadi ibadah.

 


Oleh

Abd. Rahman

Guru SMP ASSA'ADAH

Sampurnan Bungah Gresik Jawa Timur.

Pengampu Aqidah Akhlaq SMP.

Sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren Qomaruddin.

 

 

 

 

mengelolah blog

https://gurupujaanku.blogspot.com/

https://hotelabdurrahman.wordpress.com/


 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar